Teknologi prototipe menyusut AI untuk menghadirkan fungsionalitas seperti otak dalam satu perangkat yang kuat - ScienceDaily
Teknologi

Transistor ultrasensitif untuk deteksi herbisida dalam air – ScienceDaily


Transistor solid-state berbasis polimer baru dapat secara lebih sensitif mendeteksi pembunuh gulma dalam air minum daripada chip sensor fluoresensi berbasis hidrogel yang ada. Detailnya dipublikasikan di Kimia-A Jurnal Eropa.

Sensor ini adalah transistor film tipis organik yang dirancang khusus berdasarkan molekul semikonduktor dari poltiofen berfungsionalitas karboksilat (P3CPT). Apa yang istimewa dari perangkat khusus ini adalah, tidak seperti sensor berbasis polimer terkonjugasi lainnya, yang satu ini adalah perangkat solid-state yang dapat menghantarkan arus listrik ketika ditempatkan di dalam fluida.

Perangkat yang dirancang oleh Tsuyoshi Minami dari Institut Ilmu Industri Universitas Tokyo dan rekannya, bekerja dengan menambahkan ion tembaga, yang mengikat molekul P3CPT. Ketika perangkat ditempatkan di air yang mengandung bahkan jumlah terkecil herbisida glifosat, ion tembaga meninggalkan molekul P3CPT untuk menempel pada molekul glifosat. Hal ini menyebabkan penurunan aliran arus listrik yang dapat dideteksi melalui perangkat. Glifosat adalah pembunuh gulma yang umum digunakan di bidang pertanian, dan ada kekhawatiran bahwa keberadaannya dalam air minum dapat membahayakan kesehatan manusia.

Para ilmuwan menemukan bahwa perangkat tersebut sangat sensitif sehingga dapat mendeteksi serendah 0,26 bagian per juta glifosat dalam air minum. Tim membandingkan perangkat baru mereka dengan chip sensor fluoresensi konvensional, yang hanya mampu mendeteksi hingga 0,95 bagian per juta glifosat. Sebagai perbandingan, jumlah maksimum glifosat yang diizinkan dalam air minum, menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat, adalah 0,7 bagian per juta.

Para ilmuwan percaya bahwa sensitivitas perangkat mereka bermuara pada interaksi yang terjadi di dalam molekul polimer individu dan antara molekul yang berdekatan. Sensor fluoresensi yang umum digunakan hanya bergantung pada interaksi yang terjadi di dalam molekul individu.

“Perangkat kami bisa menjadi platform solid-state baru untuk merasakan molekul target dalam media air,” kata Minami. Para peneliti saat ini sedang mengerjakan pengembangan lebih lanjut sensor berbasis polythiophene mereka.

Sumber Cerita:

Materi disediakan oleh Institut Ilmu Industri, Universitas Tokyo. Catatan: Konten dapat diedit gaya dan panjangnya.

Dipersembahkan Oleh : Lapak Judi

Baca Juga : Data Sidney