Teknologi prototipe menyusut AI untuk menghadirkan fungsionalitas seperti otak dalam satu perangkat yang kuat - ScienceDaily
Top News

Memori kimiawi pada tumbuhan mempengaruhi peluang kelangsungan hidup keturunan – ScienceDaily


Para peneliti di University of Warwick telah menemukan mekanisme yang memungkinkan tanaman untuk mewariskan ‘ingatan’ mereka kepada keturunannya, yang mengakibatkan cacat pertumbuhan dan perkembangan.

Untuk bertahan hidup dan berkembang, tumbuhan memiliki kemampuan unik untuk merasakan dan mengingat perubahan di lingkungannya. Ini terkait dengan modifikasi kimiawi DNA dan protein histon, yang mengubah cara DNA dikemas dalam inti sel dan gen diekspresikan – sebuah proses yang dikenal sebagai regulasi epigenetik.

Biasanya, informasi epigenetik ini disetel ulang selama reproduksi seksual untuk menghapus ‘ingatan’ yang tidak tepat agar tidak diteruskan untuk memastikan keturunannya tumbuh normal. Dalam makalah, ‘Peran baru untuk histone demethylases dalam pemeliharaan integritas genom tanaman’ yang diterbitkan di jurnal elife, ditemukan bahwa beberapa tanaman tidak dapat melupakan informasi ini dan meneruskannya kepada keturunannya, sehingga mempengaruhi peluang mereka untuk bertahan hidup.

Para peneliti mengidentifikasi dua protein dalam Thale Cress (Arabidopsis), yang sebelumnya hanya dikenal untuk mengontrol inisiasi dan waktu berbunga, yang juga bertanggung jawab untuk mengontrol ‘memori tanaman’ melalui modifikasi kimiawi (demethylation) dari protein histon.

Mereka menunjukkan bahwa tanaman tidak dapat mengatur ulang tanda kimiawi ini selama reproduksi seksual, meneruskan ‘ingatan’ ini ke generasi berikutnya, mengakibatkan cacat dalam pertumbuhan dan perkembangan.

Beberapa cacat ini terkait dengan aktivasi elemen DNA egois, yang juga dikenal sebagai ‘gen pelompat’ atau transposon, sehingga menunjukkan bahwa penghapusan ‘memori’ tersebut juga penting untuk menjaga integritas genom tanaman dengan membungkam transposon.

Prof Jose Gutierrez-Marcos, penulis senior makalah dari School of Life Sciences di University of Warwick berkomentar:

“Studi kami tentang protein yang mengatur memori tanaman telah menunjukkan betapa pentingnya tanda kimiawi untuk disetel ulang selama reproduksi seksual untuk menghindari keturunan mewarisi ‘ingatan’ yang tidak tepat yang menyebabkan cacat pertumbuhan dan perkembangan yang terkait dengan ketidakstabilan genom.

“Langkah selanjutnya adalah mencari cara untuk memanipulasi ‘kenangan’ tersebut untuk tujuan pemuliaan tanaman, sehingga generasi berikutnya menunjukkan kemampuan beradaptasi yang lebih besar untuk memungkinkan mereka berkembang dalam lingkungan yang berubah.”

Sumber Cerita:

Materi disediakan oleh Universitas Warwick. Catatan: Konten dapat diedit gaya dan panjangnya.

Dipersembahkan Oleh : Lapak Judi

Baca Juga : Slot Online